Bermain Sambil Belajar di Museum Soesilo Soedarman

Museum Soesilo Soedarman merupakan museum yang menyimpan peninggalan-peninggalan Jendral TNI (Purn) Soesilo Soedarman semasa mengabdikan diri, dari ketika beliau menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat ataupun saat bertugas di berbagai kementrian pada pemerintahan Presiden Soeharto.

Museum ini terletak di Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Museum ini didirikan di bangunan yang dulunya merupakan pendopo Wisma Mbah Ageng yang dibangun pada tahun 1899 oleh Eyang Dipakarsa, penatus (pemangku pemerintah desa) pertama Desa Gentasari, yang dikenal juga sebagai Eyang Mendali yang merupakan kakek buyut dari Soesilo Soedarman.

Di museum ini terdapat benda-benda yang memiliki nilai historis yang tinggi.

Begitu masuk, di sudut halaman Museum, terpajang kenang-kenangan dari Batalyon Kavaleri I TNI-AD berupa kendaraan panser Amphibi buatan Rusia tahun 1958 dan pesawat Patroli Maritim NOMAD N-22 TNI-AL dengan nomor P-806, yang merupakan Pesawat Panglima Kowilhan-I. Keberadaan kendaraan tempur ini cukup menceritakan kiprah Soesilo selama kurun tahun 1956 hingga 1960, di mana saat itu beliau yang masih berpangkat Mayor, merintis berdirinya Korps Kavaleri Indonesia sekaligus menjabat sebagai Komandan Batalyon ini. Selain itu juga terdapat mobil yang digunakan sewaktu beliau menjabat sebagai menteri. Ada juga koleksi Patung Badak Cula Satu dan replika pesawat Boeing 747-400 Garuda Indonesia bertuliskan Visit Indonesia Year 1991 sebagai lambang Promosi Pariwisata Indonesia saat Soesilo Soedarman menjabat sebagai Mentri Pariwisata.

Pesawat Tempur Taktis TNI AU

Tank dan Rudal

Tank AMX-13 TNI-AD

Meriam Kaliber

Pesawat P-806 TNI-AL

Mobil Dinas

Maskot Visit Indonesia 1991

Patung Jenderal Soesilo Soedarman

Soesilo Soedarman juga sangat aktif dalam pelestarian adat dan kebudayaan Jawa adalah seperangkat gamelan milik keluarga Kiai Manis dan puluhan wayang kulit yang dibuat sekitar abad 18. Benda-benda tersebut menghiasi ruang paviliun timur.
Selain gamelan dan wayang, terpajang pula foto-foto kegiatan Soesilo bersama keluarga Keraton Kasultanan Yogyakarta, Kasunanan Surakarta, dan Mangkunegaran dalam mengambangkan budaya Jawa.

Replika Pesawat Garuda Indonesia

Silsilah Keluarga Soedarman

Koleksi Senapan

Patung dan Seragam Soesilo Soedarman

Koleksi Piagam

Negara yang pernah di kunjungi

Prof. Dr. Ir. Indroyono Soesilo,M.Sc.

Ranjang Peristirahatan

Selain itu, terdapat juga berbagai macam koleksi berciri khas militer masa perjuangan, tertata lengkap di setiap lemari pajang dalam museum tersebut. Ada koleksi senjata api yang menemani tugas-tugas Soesilo Soedarman sebagai abdi negara seperti pistol semi otomatik FN-45, P-1 dan TT terawat dengan baik. Di sudut lainnya, senapan yang digunakan dalam perang dunia II seperti M-1, SP-1, Senapan Serbu M-16 A-1, SS-1 V-1, HK-33, AK-47, AK-56, Senapan mesin RPD, Pelontar Granat, Pistol Mitraliur, Peluncur Granat Roket RPG-7 dan senapan tabur (Shotgun) juga tersimpan di Museum ini.

Koleksi Perangko

Miniatur Pesawat

Miniatur Pesawat

Miniatur Tank

Miniatur Tank

Miniatur Tank

Foto-foto saat Jenderal TNI (Purn) H.Soesilo Soedarman wafat pada 18 Desember 1997 dan dimakamkan dengan upacara kebesaran militer di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata Jakarta juga disimpan di sini. Selama tiga hari pasca meninggalnya Soesilo Soedarman, bendera merah putih dikibarkan setengah tiang untuk mengenang seluruh dedikasinya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain menampilkan catatan sejarah Soesilo Soedarman, di museum ini juga ada mushola, kolam renang, kantin, wahana melukis dan arena bermain untuk anak, serta beberapa tanaman.

Koleksi Telpon Umum

Mushola

Kolam renang dan Ayunan

Kantin

Arena Bermain Pancing Anak

Arena Bermain Pancing & Kreta

Arena Bermain Melukis

Ruang Bebas

Menyenangkan bukan? Silahkan berkunjung ke Museum Soesilo Soedarman di https://goo.gl/maps/ZygKwmKshdE2 atau hubungi bagian humas di mas Yoyok : +62 812-2673-3888 atau klik https://wa.me/6281226733888

 

Mengenal Karakteristik Kepribadian dari Mesin Kecerdasan dan Golongan Darah

Bismillah,.

Ini adalah artikel pertama di tahun ini, juga artikel pertama saya di andikroya.wordpress.com setelah artikel terakhir pada tanggal 19 September 2015. Mudah-mudahan setelah ini saya bisa konsisten menulis lagi. Mohon doanya ya 😀

Pada hari ini ada beberapa diskusi dengan teman-teman saya yang salah satunya membahas tentang adanya hubungan golongan darah dengan kepribadian seseorang, bagaimana cara memaksimalkan potensi diri, dan juga berkomunikasi dengan pribadi orang yang berbeda-beda. Pada tulisan ini, saya akan mencoba untuk menuliskan beberapa hal yang sedikit saya ketahui berdasarkan dari pengalaman, juga diskusi dengan beberapa teman.

Jumat, 13 April 2018, saya mendapat banyak ilmu terkait konsep pemetaan manusia berdasarkan sistem operasi otaknya dari teman saya mba uci (https://www.facebook.com/uci.hadiyanto) yang juga kebetulan merupakan konsultan STIFIn Purwokerto. Menurut beliau, mesin kecerdasan manusia terbagi menjadi 5 hal yaitu sensing, thinking, intuiting, feeling, dan insting.

Apa itu Mesin Kecerdasan / Sistem Operasi Otak pada Manusia menurut konsep STIFIn?

Mesin Kecerdasan / Sistem Operasi Otak pada Manusia menurut konsep STIFIn adalah sebagai berikut:

Sensing
• Berpijak pada yang nyata dan actual
• Mengolah infomasi berdasarkan panca-indra
• Lebih berminat pada aplikasi praktis
• Faktual dan memperhatikan detail
• Menguraikan peristiwa secara urut
• Orientasi pada masa kini
• Menyerap gagasan secara bertahap
• Menyukai kesempatan untuk praktik
• Mengandalkan pengalaman
• Pola bicara yang jelas dan teratur
• Pikiran yang terangkai satu demi satu, diikuti yang lainnnya
• Berpikir linear, menggunakan fakta dan contoh yang jelas
• Menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi
• Lebih memahami tubuhnya
• Menyukai cerita non-fiksi
• Tertarik pada pekerjaan yang membutuhkan kepraktisan
• Mengingat masa lalu dengan akurat
• Cenderung mendengar sampai lengkap
• Langsung menuju sasaran
• Memasukkan detail dan fakta

Thinking
• Lebih sering menggunakan pikiran
• Memecahkan masalah secara logis
• Though-minded
• Menggunakan hubungan sebab-akibat
• Melakukan analisis tanpa mempertimbangkan pribadi
• Menghargai sesuatu yang masuk akal
• Adil, keputusannya didasarkan pada kriteria yang objektif
• Dingin, menjaga jarak dengan orang lain
• Tampak seperti tidak peka
• Berargumen dan berdebat sebagai pemikir kritis
• Jarang bertanya bila waktu tidak memungkinkan
• Menunjukkan data
• Memberikan pujian yang formal
• Memiliki ketegasan menuntut hak
• Menggunakan bahasa yang tidak pribadi
• Percaya diri mengatas-namakan diri sendiri
• Lebih kritis membenahi pekerjaan

Intuiting
• Perhatiannya pada gambaran umum
• Mengolah informasi berdasarkan intuisi
• Lebih berminat pada pemahaman imajinatif
• Abstrak dan teoretis
• Melihat pola dan makna
• Orientasi pada masa depan
• Mulai dari mana saja
• Menyukai kemungkinan untuk berdaya cipta
• Mengandalkan inspirasi
• Pola bicara beragam, menggunakan banyak kalimat perbandingan
• Memiliki pikiran yang berputar, tetapi terpola
• Figuratif, menggunakan analogi dan metafora
• Menggunakan bahasa untuk mengekspresikan diri sendiri
• Memberi ruang alternatif, dan tidak cepat menyimpulkan
• Tertarik pada pekerjaan yang melibatkan kreativitas
• Menyukai cerita fiksi
• Berbicara hanya hal-hal besar dan strategis
• Cenderung sering menyelesaikan kalimat orang lain
• Tampak intelek dan berkelas

Feeling
• Lebih sering menggunakan perasaan
• Ingin menyenangkan orang lain
• Mencari keharmonisan
• Ingin selalu memimpin
• Pertimbangannya berdasarkan kasih sayang
• Menghargai orang lain
• Mengambil keputusan dengan mempertimbangkan akibatnya terhadap orang lain
• Hangat dan ramah kepada orang lain
• Pandai berempati
• Bertanya jika memungkinkan
• Menghindari argumen, konflik, dan konfrontasi
• Perasaan mereka mudah sakit dan dendam
• Memulai dengan pembicaraan kecil
• Mampu menunjukkan kekaguman dan emosional
• Kurang memiliki ketegasan menuntut hak
• Menggunakan banyak kata-kata berharga
• Sering menggunakan nama orang lain
• Bekerja sama di komunitas sosial dengan baik

Insting
• Bereaksi secara spontan
• mengolah informasi menggunakan naluri
• Lebih berminat memberikan kontribusi
• Pragmatis, tetapi memiliki insight
• Mengingat hal-hal yang berkesan
• Orientasi pada mencari kebahagiaan
• Menyerap informasi secara generalis
• Menyukai kesempatan untuk berperan serta
• Mengandalkan pertimbangan holistic
• Pola bicara yang pendek, ya dan tidak
• Pikiran sederhana, polos, dan tidak aneh-aneh
• Berpikir spontan dan ad hoc
• Menggunakan interaksi impersonal
• Keterampilan serba-bisa
• Menyukai pekerjaan sosial menolong orang
• Tidak suka konflik
• Traumatik dengan kejadian yang menyakitkan
• Mudah beradaptasi
• Menjadi penghubung untuk mendamaikan
• Sangat to the point

Secara umum, sensing dan intuiting memiliki kesamaan yaitu sama sama berada pada diagonal produksi. Mereka memproduksi ide atau sesuatu inovasi yang dapat mereka tuangkan, tetapi orang intuiting lebih menciptakan sesuatu dengan original, sedangkan orang dengan sensing lebih meniru dari hal yang sudah ada, yang kemudian dikombinasikan dengan ide satu dengan ide yang lainnya.

Selain itu, feeling dan thinking juga memiliki kesamaan yaitu berada pada diagonal organisasi, yang artinya mereka lebih menyukai hal-hal yang bernuansa organisasi. Sedikit perbedannya, Thinking mengorganisasikan dengan kepala dalam bentuk managerialship. Dalam hal ini, Thinking bertindak sebagai seorang manager. Sedikit berbeda dengan Feeling. Feeling, akan mengorganisasikan dengan hati dalam bentuk leadership. Ya, Feeling bertindak sebagai seorang leader. Anda pasti dapat membedakan antara seorang manager dengan seorang pemimpin kan? Ya, jika Manager mementingkan proses dan hasil, maka pemimpin mementingkan manusia dengan emosinya.

Kemudian, apa hubungannya dengan golongan darah?

Menurut penelitian, faktor genetik memberikan pengaruh cukup besar pada stimulus spontan, tapi sangat kecil pada pengambilan keputusan yang strategis yang memerlukan banyak pertimbangan.
Secara singkat, keterkaitan golongan darah sebagai tukang antar pesan, seperti layaknya tukang pos yang mengantarkan surat sambil mewarnai kemasan pesan, namun tetap akhirnya mesin kecerdasan yang akan memutuskan. Berikut sedikit gambaran tentang hubungan mesin kecerdasan / sistem operasi otak dengan golongan darah:

STIFIn Intellegent Golongan Darah Simbol Goal Tipe Kecerdasan Karakter Umum
Sensing AB Tanah Harta Inderawi (otak kiri bawah) Peniru (rajin dan ulet tapi suka senang-senang)
Thinking A Logam Tahta Berpikir (otak kiri atas) Manager (logis, objektif tapi raja tega)
Intuiting B Kayu Kata Indra Keenam (otak kanan atas) Pencipta (kreatif, koseptor tapi asocial)
Feeling O Api Cinta Perasaan (otak kanan bawah) Leader (pandai berempati tapi mata keranjang)
Insting Bisa apa saja Air Bahagia Indra Ketujuh(otak tengah Serba bisa (Buas, kesalehan yang tinggi)

Satu hal yang perlu digaris bawahi adalah bahwa setiap orang sesungguhnya mempunyai kelima bagian otak (sistem operasi otak) ini. Namun, hanya ada satu jenis kecerdasan yang dominan. Belahan otak tersebut akan memberi kontribusi seutuhnya kepada sifat individu. Sifat belahan otak tersebut kemudian membuat konstitusi tubuh menjadi selaras dengan berbagai fungsi tubuh yang melekat secara genetik pada jenis individu tertentu. Dalam hal ini, lingkunganpun juga mempengaruhi kepribadian sesorang pada akhirnya.

Demikian sedikit hal yang bisa saya share, jika ada kekeliruan mohon maaf yang sebesar-besarnya. Jika ada yang ditanyakan bisa langsung ke mba uci ya 😀 di https://www.facebook.com/uci.hadiyanto
Terima kasih 😀

Referensi:
http://stifin.com:8181/home/article/48
https://goo.gl/5Pwa5A

Materi Technopreneur STMIK AMIKOM Purwokerto by Andi Dwi Riyanto

Berikut Materi Technopreneur STMIK AMIKOM Purwokerto dengan dosen pengampu Andi Dwi Riyanto :

Reff 1. Technopreneurship – Diknas

Reff 2. Materi Sosialisasi Wirausaha Mandiri

Reff 3. E-book Tips dan Trik Jualan Online di Bukalapak 2015

Reff 4. Peluang Usaha

Reff 5.

Technopreneur 0 – Silabus

Technopreneur 1 – Pendahuluan

Technopreneur 2 – Manajemen Kepemimpinan

Technopreneur 3 – Manajemen Resiko

Technopreneur 4 – Business Plan

Technopreneur 5 – Format Business Plan

Technopreneur 6 – Proposal Bisnis

Poin penting Business Plan + Proposal Bisnis

Contoh Proposal Pengembangan Proyek

manajemen-risiko